Anda berada di:Beranda

www.fahrihamzah.com :: Situs Web Pribadi Fahri Hamzah

Galeria Picture

Video Streaming

 
SBY Ingin Beri Pelajaran KPK PDF Print E-mail
ImageJakarta - Hiruk-pikuk soal rivalitas KPK-Polri telah jadi tontotan publik selama beberapa pekan terakhir ini. Puncaknya, dua pimpinan KPK ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri atas tuduhan penyalahgunaan wewenang. Lalu bagaimana sikap SBY?

Menurut anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah, fenomena yang terjadi di antara kepolisian dan KPK saat ini tak lebih dari perbedaan intepretasi atas perundang-undangan, bukan konflik antarlembaga. Ia juga menilai, sikap pemerintahan SBY senada dengan sikap Polri. "Saya kira apa yang dilakukan kepolisian ini adalah sikap resmi pemerintah," cetus Fahri kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (16/9).

Apa maksud pernyataan Fahri Hamzah? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Bagaimana Anda melihat posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan rezim pemerintahan SBY?

SBY sudah melakukan teguran berkali-kali terhadap KPK. Namun KPK tampak bertingkah sebagai superbody. Nah, tentu pemerintah tidak punya akses untuk mengendalikan KPK, termasuk DPR tidak punya kemampuan untuk mengendalikan KPK. Karena KPK memang ada unsur tertentu, dalam UU KPK menjadi lembaga yang terlalu independen dan kuat, saya kira KPK merupakan hasil produk euforia pemberantasan korupsi, yang menyebabkan KPK memiliki kewenangan yang berlebihan.

Dulu saja, ketika ada judicial review terhadap UU KPK, lalu Mahkamah Konstitusi (MK) mencoba bersikap, namun MK diserang, seolah-olah MK digunakan oleh para koruptor untuk mengamputasi KPK. Padahal, by law beberapa bagaiannya harus diamputasi.

Lalu apa yang terjadi saat ini di KPK, kepolisian, dan kejaksaan?

Jadi inilah puncak kesemrawutan sistem hukum dan kita melihatnya bukan satu bangsa, tetapi melihatnya satu kelompok partisan yang juga menguat di KPK. Saya melihat KPK saat ini seperti LSM, saat pergi ke Mabes Polri diantar pakai gerakan. LSM menganggap bahwa KPK tidak pernah berbuat salah. Ini kecenderungan berbangsa yang tidak benar.

Karena itu, saya melihat ini bukan konflik antarlembaga, tetapi konflik intrepretasi terhadap aturan perundang-undangan. Ada dugaan, ini mungkin cara presiden untuk mendidik KPK juga. Presiden ingin mengatakan 'KPK juga bisa salah, masa tidak bisa salah?'. Seorang pimpinan KPK memakai alat sadap untuk menyadap pacarnya sendiri, apa itu tidak salah?

Bagaimana dengan posisi presiden dalam melihat KPK ini?

Apa yang dilakukan kepolisian ini adalah sikap resmi pemerintah. Memang presiden menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum, tetapi dengan membiarkan ini terjadi, itu sebetulnya semacam intervensi.

Bagaimana jalan keluar atas kesemrawutan lembaga hukum kita?

Harusnya ada inisiatif, kalau ada kesemrwatuan sistem, antarlembaga terkait segera duduk bersama. Kok ada lembaga dilahirkan melalui undang-undang, tetapi muncul konflik yang ujung-ujungnya rakyat yang rugi. Padahal itu bisa diselesaikan. Mana ada persoalan yang tidak bisa dipecahkan? Cuma kerancuan sistem itu seolah-olah tidak bisa dihindari. Padahal harusnya presiden bisa mengumpulkan pihak yang bermasalah. [P1]


Dibaca: 1671

  beri komentar untuk artikel ini

Komentar Anda
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:

Kode:* Code

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jajak Pendapat

Bagaimana website pribadi saya ...?
 

Form Login






Lupa password?
Belum jadi member? Daftar

Total User

718 Terdaftar
1 hari ini
6 minggu ini
21 bulan ini
Terakhir: earlsusilo

Statistik

Anggota: 718
Berita: 703
WebLinks: 0
Pengunjung: 979016

User Online

Ada 1 pengunjung online

 

Galeria Tulisan

RENUNGAN POLITIK 33

Michael,... angka-angka ini, satu, dua, tiga... dalam satuannya; detik, hari, tahun... matahari, bulan dan dengan apapun yang Tuhan bersumpah menggelayuti kita dengan misteri tentang lahir, sukses, kesempatan, mati, sakit, sempat, sibuk dan luka...
selengkapnya...

Tulisan Lainnya...
  • RENUNGAN POLITIK 32
  • RENUNGAN POLITIK 31
  • RENUNGAN POLITIK 30
  • RENUNGAN POLITIK 29
  • RENUNGAN POLITIK 28
  • Galeria Berita

    Diimbau Tak Berpolitik, Menteri PKS Diminta Konsentrasi Bantu Presiden

    Anis Vs TifatulMuhammad Nur Hayid - detikNews (29 Januari 2010)Jakarta - Menteri-menteri dari PKS seluruhnya sudah diwakafkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, menteri dari PKS diimbau...
    selengkapnya...

    Berita lainnya...
  • Sebut Tifatul Over, Anis Matta Luruskan Keputusan PKS
  • PKS Kirim Orang-orang Terbaik ke Kabinet SBY
  • PKS: Desakan PDIP, PD & Golkar Basi
  • Wah! PKS Mau Jadi Oposisi
  • PKS: Jihad Itu Membangun Bukan Merusak
  • Berita Foto

    Kolom Anda

    Supri,S.Pd : Ass. Pak Fahri, Terus berjuang, ana di pulau Buton Sulawesi Tenggara mendengar bayak komentar masyarakat, senang dengan sikap dan tindakan Pak Fahri dg skandal Bank Century. Trus berjuang !!! Masyarakat mendukung Bapak. Allahu Akbar
     
    Arbain M Ghaffar : Saya melihat dan mendukung Bang Fahri Hamzah semonga Abang di lindungi dan mendapat kekuatan dari Allah dari segala macam tekanan. Salam
     
    Niswah Al Banna : Asslm.. Semakin mantap dan yakin bahwa akan semakin banyak kader-kader PKS di periode akan datang akan berada di garda terdepan barisan Pemerintahan Indonesia, melihat perjuangan dan gerilya Bang Fahri dan yang lainnya saat ini, maka KADERISASI harus semakin eksis, semangat TAK KENAL HENTI !!!
     
    Muhammad Nur : Ass. saya senag dgn tulisan2 bang Fahri di FB.
     
    Nur Erfani : Assalamu'alaikum... Ustad menurut ana Website nya sudah cukup bagus, tp koq masih agak lambat ya... Tolong dibuat lebih cepat, supaya nyang ngebaca lebih nyaman... Jazaklllh.
     
    Carolina Fitri : ass.wr.wb...sbgai salah satu pendukung abang, saya sangat apresiasi dengan prinsip abang di pansus...dan terus berjuang membangun indonesia yang lebih baik apapun halangannya.
     
    Mustofa : Assalamu'alaikum Bang Fahri....Menanggapi isu Reshuffle kabinet yg dilontarkan kubu PD...Layaknya PKS tak perlu takut....Misal abang tantang kader PD "Abang siap kasih masukan  ke PRESIDEN PKS untuk menghimbau kader PKS yg di Kabinet untuk mundur. Dari pada masuk di kabinet hanya dianggap amal dari PD untuk menutup sikap kritis kader PKS di parlemen. Lebih baik Mundur dari pada bersama-sama MEMBOHONGI rakyat. tks. Salut buat Abang dan semua kader PKS. Wass
     
    Supratman : Assalamu'alaikum wr.wb. Salam keadilan, saya berharap bang Fahri Hamzah tetap istiqomah untuk mengungkap kasus bank century sejelas mungkin sehingga uang rakyat jelas penggunaanya.
     
    Geisha : Assalamu'alaikum. Ana baru tahu kalau bang Fahri bekerja di komisi III DPR RI (menangani masalah ekonomi) dari media televisi. Pasti banyak PR yang harus dikerjakan yang bang..? Ana berharap komisi III bekerja lebih baik lagi dalam menangani masalah ekonomi bangsa.
    baca selengkapnya...
     
    Drg Nanang : Assalamu'alaikum, tolong kepada anggota dewan dan juga menkominfo untuk memblok juga situs aliran-aliran sesat dan menyimpang, karena keberadaan mereka di dunia maya justru lebih berbahaya dibandingkan aktivitas di dunia nyata.
    baca selengkapnya...
     
    Arief Alimsyah : Sejak pertama mengenal PKS tahun 2004 yang lalu, saya sudah merasa dekat dan jatuh cinta kepada cita-cita perjuangan partai kita. Saya melihat ideologi bernegara yang ditawarkan sangat baik dan sesuai dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim.
    baca selengkapnya...
     
    azwan Nurkholis : salam perjuangan..apa rungan bang fahri? sibuk ke bang?  kapan punya waktu untuk datang silaturrahim ke komisariat KAMMI Universitas Negeri Yogyakarta, pengen sharing2 dengan abang terkait dengan dakwah kampus kita, moga abang berkenan melihat keadaan kami pang ninta. Allahu Akbar!!!
     
    Isi Kolom Anda
    Video Streaming Fahrihamzah